Namun di sudut hati yang paaaaliiing dalam (Huuuhh,, samudera kali..), disatu sisi, ada sebuah ketakutan tersendiri setiap kali harus pulang sampai larut malam, sendirian pula. Jalanan yang menghubungkan aku dan rumahku keseringan sudah sepi jika sudah diatas jam 9 malam. Bukan takut dalam artian ada setan atau makhluk-makhluk menyeramkan lainnya, melainkan takut terhadap “setan” yang suka makan ketan. (Hehehe…maksudnya manusia yang memiliki maksud buruk gitu loh).
Kalau pulang sudah terlalu malam, yang bisa aku lakukan hanya ikhtiar dan menyerahkan seluruh jiwa dan ragaku hanya pada Sang Kuasa, Allah swt. Dia yang dapat menjagaku setiap saat.
Namun di ccline (red: sisi lain), aku juga jadi berpikir, “Kok sampai sekarang belum ada pahlawan yang berani menyatakan keinginannya untuk setia menjadi “partner sejatiku” dalam berjuang di kehidupan ini ya..???” Jadinya gini nih, mau apa-apa beli sendiri, mau kemana-mana pergi sendiri, pulang malam pun ya mau nggak mau masih sendiri. Hiks…
Ya semoga saja, dengan masihnya aku dalam kesendirian ini, bisa membuatku berusaha untuk menjadi akhwat yang tangguh. Tidak goyah dengan segala terpaan ujian dari berbagai penjuru.
Tenang pahlawanku, aku akan selalu setia menunggumu di tempatku berpijak kini. Aku memang belum tahu siapa engkau dan dimana engkau berada kini, tapi aku yakin Allah kini tengah menempamu agar dapat menjadi pahlawan sejatiku. Amin..
Sembari menunggu waktu, mari kita sama-sama perbaiki diri, semoga kelak, ketika Allah mempertemukan kita, engkau dan aku dalam kondisi yang sudah sama-sama siap lahir dan batin. Dengan segala kebaikan dan keburukan kita, dengan segala kelebihan dan kekurangan kita, yang membuat kita dapat saling melengkapi.
^_^
Salam Rindu….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar